1. Memilih KBLI dari Judul, Bukan dari Uraiannya
Banyak orang mengetik kata kunci di pencarian OSS lalu langsung memilih kode dengan judul yang paling mirip. Padahal setiap kode memiliki uraian ruang lingkup yang menjelaskan kegiatan apa saja yang tercakup. Contoh klasik: pemilik toko online memilih kode perdagangan eceran biasa, padahal kegiatannya lebih tepat masuk ke kelompok perdagangan eceran melalui media daring. Kesalahan KBLI jenis ini paling umum, sekaligus paling mudah dicegah jika uraiannya dibaca sampai tuntas.
2. Mencantumkan Terlalu Banyak KBLI “Untuk Jaga-Jaga”
Ada anggapan bahwa makin banyak KBLI, makin fleksibel bisnis Kamu. Kenyataannya, setiap KBLI membawa kewajiban perizinan dan pelaporannya sendiri, termasuk LKPM. Puluhan KBLI yang tidak pernah dijalankan justru menambah beban administrasi dan risiko sanksi. Kesalahan KBLI ini sering muncul ketika pendirian badan usaha dilakukan terburu-buru tanpa pemetaan kegiatan.
3. KBLI di Akta Tidak Sama dengan KBLI di OSS
Maksud dan tujuan dalam akta pendirian harus sejalan dengan KBLI yang terdaftar di OSS. Jika akta menyebut kegiatan konsultansi tetapi OSS mencantumkan perdagangan, Kamu akan kesulitan saat verifikasi bank, tender, maupun pemeriksaan. Kesalahan KBLI berupa data yang tidak sinkron ini biasanya baru ketahuan ketika kebutuhannya sudah mendesak.
4. Mengabaikan Ketentuan Bidang Usaha untuk PMA
Tidak semua KBLI terbuka penuh untuk modal asing. Ada bidang yang dicadangkan untuk UMKM, ada yang mensyaratkan kemitraan, dan ada yang memiliki batas kepemilikan asing serta nilai investasi minimum per KBLI. Investor yang memilih KBLI tanpa memeriksa ketentuan ini berisiko ditolak saat pengajuan. Untuk pendirian PT PMA, satu kesalahan KBLI bisa menghambat seluruh rencana investasi.
5. Salah Menilai Tingkat Risiko Usaha
KBLI yang sama bisa memiliki tingkat risiko berbeda tergantung skala dan karakter kegiatannya. Usaha berisiko rendah cukup dengan NIB, sedangkan risiko menengah dan tinggi memerlukan Sertifikat Standar atau Izin. Pelaku usaha yang mengira NIB sudah cukup, padahal usahanya berisiko menengah tinggi, sebenarnya sedang beroperasi tanpa izin lengkap. Ini termasuk kesalahan KBLI dengan dampak hukum paling serius.
6. Tidak Memperbarui KBLI Saat Bisnis Berkembang
Usaha Kamu dimulai sebagai kedai kopi, lalu berkembang ke produksi kopi kemasan dan pengiriman ke luar kota. Jika KBLI tidak ditambah, kegiatan baru itu tidak punya dasar legal. Apalagi di masa transisi ke KBLI 2025, membiarkan data perizinan usang adalah kesalahan KBLI yang diam-diam menumpuk risiko.
7. Memakai Alamat yang Tidak Sesuai Zonasi
KBLI berkaitan erat dengan lokasi usaha. Sejumlah kegiatan usaha tidak dapat berdomisili di kawasan perumahan, sehingga memakai alamat rumah tinggal bisa membuat izin tertahan. Solusi praktisnya adalah menggunakan alamat bisnis resmi seperti Virtual Office dari Bisnis Legal yang berada di zona komersial. Kesalahan KBLI dan kesalahan alamat sering datang bersamaan, jadi keduanya perlu dicek sekaligus.